Kehidupan Adalah Sebuah Pertunjukan yang Menakjubkan: Merasa Bahagia

- 18 September 2022, 19:23 WIB
AS Rabasa
AS Rabasa /
 
Oleh : AS Rabasa 
 
 
MEDIA KUPANG - Paus Fransiskus menyampaikan satu pesan penting untuk kita renungkan dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Paus menyampaikan bahwa hidup kita adalah proyek terbesar di dalam dunia. 
 
Engkau mungkin memiliki kekurangan, gelisah dan kadang hidup tak tenteram, namun jangan lupa hidupmu adalah sebuah proyek terbesar dalam dunia. Hanya engkau yang sanggup menghindari kegagalannya. Ada banyak yang membutuhkanmu, mengagumimu dan mencintaimu.
 
Aku ingin mengingatkanmu bahwa merasa bahagia bukan berarti memiliki langit tanpa badai, atau jalan tanpa kecelakaan, atau bekerja tanpa capek, ataupun hubungan tanpa kekecewaan. 
Merasa Bahagia adalah mencari kekuatan untuk memaafkan, harapan dalam perjuangan, rasa aman di saat ketakutan, kasih di saat perselisihan.
 
Merasa bahagia bukan hanya mengenang senyum yang pernah ada, melainkan juga belajar dari kesedihan yang lalu.
 
Bukan hanya merayakan sebuah kejayaan, melainkan juga belajar dari kegagalan.
 
Bukan hanya bergembira menerima tepukan tangan meriah, melainkan juga bergembira meskipun tak ternama.
 
Merasa bahagia adalah menyadari bahwa hidup adalah sangat berharga, di atas segala tantangan, prasangka dan keadaan kritis.
 
Merasa bahagia bukanlah sebuah takdir, melainkan sebuah kemenangan untuk mereka yang mampu menempuhnya dengan menjadi diri mereka sendiri.
 
Menjadi bahagia adalah dengan menolak menjadi korban dari masalah, melainkan menjadi tokoh dari sejarah.
 
Bukan hanya menyeberangi sungai, gurun di luar diri kita, tapi sebaliknya, mampu mencari mata air dalam serpihan batin kita. Dengan mengucap syukur setiap pagi atas mukjizat dari kehidupan.
 
Menjadi bahagia bukan merasa takut atas perasaan kita melainkan bagaimana mengutarakan tentang diri kita. Untuk memiliki ketegaran ketika mendengar kata "tidak".
 
Untuk memiliki kenyamanan menerima kritik, meskipun tidak pantas. Dengan mencium anak-anak, memanjakan orang tua, memiliki saat-saat berkesan dengan teman-teman, walaupun mereka pernah menyakiti kita.
 
Merasa bahagia bermakna membiarkan 
Anak yang bebas, bahagia dan lugu yang ada dalam diri kita hidup, memiliki kedewasaan berucap "saya salah", memiliki keberanian berucap "maafkan saya".
 
Memiliki perasaan untuk mengutarakan "Aku membutuhkan kamu", memiliki kemampuan berucap "Aku mencintaimu".
 
Dengan demikian hidupmu menjadi lahan yang penuh dengan kesempatan untuk menjadi bahagia.
 
Di musim semi-mu, jadilah kekasih dari keriangan. Di musim dingin-mu, jadilah sahabat dari kebijaksanaan.
 
Ketika engkau melakukan kesalahan, mulai lagi dari awal. Dengan demikian engkau akan sangat bersemangat dalam menjalani kehidupan.
 
Dan engkau akan mengerti bahwa kebahagiaan bukanlah berarti memiliki kehidupan yang sempurna, melainkan menggunakan airmata untuk memupuk toleransi, kegagalan untuk mengukir kedamaian, kesedihan untuk mengalasi kebahagiaan, kesulitan untuk membuka jendela pengetahuan.
 
Jangan menyerah! Jangan menyerah atas orang orang yang engkau kasihi. Jangan menyerah untuk merasa bahagia karena kehidupan adalah sebuah pertunjukan yang menakjubkan.
 
Engkau adalah seorang manusia yang luar biasa.
 
Untuk Direnungkan 
Sungai tidak minum air mereka sendiri.
Pohon tidak memakan buahnya sendiri. Matahari tidak bersinar untuk dirinya sendiri dan bunga tidak menyebarkan keharumannya untuk dirinya sendiri.
 
Hidup untuk orang lain adalah aturan alam. Kita semua dilahirkan untuk saling membantu. Tidak peduli betapa sulitnya itu.
 
Hidup itu baik ketika Anda bahagia tetapi jauh lebih baik ketika orang lain bahagia karena kamu.
 
Mari kita semua ingat bahwa setiap perubahan warna daun itu indah dan setiap situasi kehidupan yang berubah bermakna, keduanya membutuhkan penglihatan yang sangat jelas.
 
Jadi jangan mengomel atau mengeluh, marilah kita mengingat bahwa nyeri adalah tanda bahwa kita hidup, masalah adalah tanda bahwa kita kuat dan doa adalah tanda kita tidak sendirian.
 
Jika kita dapat mengakui kebenaran ini dan mengkondisikan hati dan pikiran kita, hidup kita akan lebih bermakna, berbeda dan berharga.***
 

Editor: AS Rabasa


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x