Modus antar Ayam Balado untuk Tahanan, Ternyata JA Selundupkan barang Haram ini ke Lapas Samarinda

- 21 September 2022, 16:55 WIB
Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi Narkoba /Miju/Pixabay

MEDIA KUPANG - Para pengedar Narkoba memiliki banyak cara untuk menyelundupkan barang haram tersebut ke berbagai tempat sehingga mampu menyulitkan petugas untuk mendeteksinya.

Terbaru dilaporkan bahwa Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, menggagalkan upaya penyelundupan empat bungkus sabu-sabu dengan berat kurang lebih lima gram melalui titipan makanan untuk warga binaan berinisial FJ berupa ayam balado.

Penyelundupan sabu-sabu ke warga Binaan Lapas ini terungkap berkat ketelitian petugas yang memeriksa barang yang masuk, termasuk makanan ke dalam Lapas.

Baca Juga: Tidak Ditahan Usai Dijerat UU ITE, Pemuda Madiun Tersangka Kasus Hacker Bjorka Wajib Lapor Polisi

"Berkat ketelitian petugas pemeriksaan barang yang telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) dan menyeluruh, hingga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ini," kata Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda Hidayat di Samarinda, Rabu 21 September 2022 dilansir MediaKupang.com dari Antara.

Kepala Lapas menjelaskan petugas pemeriksaan barang titipan dan pendaftaran Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda menggagalkan upaya penyelundupan tersebut, Selasa 20 September 2022, saat melakukan pemeriksaan dan penggeledahan lanjutan pada makanan titipan pengunjung bagi warga binaan.

"Dimulai saat petugas pemeriksa barang, yang melakukan pemeriksaan titipan makanan pengunjung berinisial JT (21) pada pukul 13:30 WITA, yang ditujukan untuk warga binaan berinisial FJ yang terdaftar pada nomor antrean A-28 di aplikasi E-Trol," jelasnya.

Baca Juga: Menteri Paling Berpengaruh Pada Era Presiden Jokowi - Ma'ruf Amin

Saat petugas memeriksa titipan makanan berupa lauk ayam balado tersebut, lanjutnya, petugas kemudian merasa ada hal mencurigakan.

Halaman:

Editor: Primus Nahak

Sumber: ANTARA


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x