Anggota DPRD Belu Terduga Rasis Dipolisikan Ivon Sulaiman, Politisi Partai Nasdem Itu Pilih Mediasi?

- 21 September 2022, 18:36 WIB
Ivon Sulaiman mempolisikan terduga rasis, anggota DPRD Belu dari Partai Nasdem Edmundus Tita.
Ivon Sulaiman mempolisikan terduga rasis, anggota DPRD Belu dari Partai Nasdem Edmundus Tita. /Kolase foto diolah dari Oke NTT/Marcel/Media Kupang.

MEDIA KUPANG – Anggota DPRD Belu dari Partai Nasdem, Edmundus Tita yang diduga melontarkan kata-kata rasis dan ancaman, dilaporkan ke pihak Polres Belu oleh korban, Ivon Sulaiman.

Penggiat Komunitas Kitapun itu merasa terhina, dan sakit hati usai dicaci maki oleh Edmundus Tita. Karenanya, pada Selasa, 20 September 2022 ia mempolisikan angggota DPRD Belu tersebut.

Dilansir MediaKupang.com dari Oke NTT, Ivon Sulaiman menjelaskan, Edmundus Tita diduga telah melakukan tindak pidana di muka umum. Diketahui, politikus Partai Nasdem itu melontarkan penghinaan terhadap sesuatu golongan penduduk Indonesia.

Baca Juga: Jadwal Kapal Pelni KM WILIS di Wilayah NTT, 17 - 24 September 2022, Simak Rute Lengkapnya

Lebih lanjut, Ivon Sulaiman mengatakan, tindak pidana yang dilakukan Edmundus Tita, diatur dan diancam dengan Pasal 156 KUHP terkait tindak kejahatan menista dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu.

“Jika ia tiada dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah sebagaimana diatur dan diancam dengan Pasal 311 Ayat (1) KUHP," tulis Ivon.

Dalam laporannya, Ivon Sulaiman menyebut beberapa poin dugaan yang dilakukan anggota DPRD Belu tersebut.

Ivon mengawali dengan mengggambarkan lokasi kejadian, para petinggi hingga anggota DPRD Belu lainnya, terduga ucapan rasis, dan kalimat yang diucapkan.

“A****g kamu, hanya pendatang kok mau rampas tanah,” tulis Ivon. Kalimat sarat hinaan dan rasis itu dilontarkan di Ruang Kerja Wakil Ketua I DPRD Belu, pada Senin, 19 September 2022, sekitar jam 13.30 Wita.

Halaman:

Editor: Efriyanto Tanouf

Sumber: OKE NTT


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x