Polisi Tembak Warga Belu, Kakek 70 Tahun Ungkap Aksi Aparat Sesaat Sebelum Korban Tewas

- 27 September 2022, 19:55 WIB
Masaa geruduk Mapolres Belu
Masaa geruduk Mapolres Belu /Ryohan B/Tangkapan layar video amatir warga

MEDIA KUPANG -  Aksi polisi tembak warga Belu pada Selasa 27 September 2022 di Motamaro, Kecamatan Raimanuk ternyata disaksikan sejumlah warga termasuk seorang kakek berusia 70 tahun.

Kakek ini merupakan saksi mata penembakan oknum polisi dari Polres Belu terhadap GYL (18) tahun yang merupakan warga Lalosuk, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Sang kakek mengungkapkan sejumlah peristiwa terkait aksi penembakan tersebut yang berawal dari penggerebekan sejumlah oknum polisi berpakaian preman.

Dilansir oke nusra, kakek ini menjadi saksi mata aksi polisi tembak warga Belu ini. Penembakan bukan saja sekali terjadi tetapi lebih bahkan berkali-kali.

Menurutnya, kejadian terjadi sekitar pukul 08.00 Wita di mana kedatangan anggota polisi Belu" Polres Belu tidak diketahui korban dan saksi mata lainnya.

"Waktu polisi datang, kami juga tidak tahu karena mereka pakai pakaian biasa bukan dinas," ungkap YT saat diwawancarai wartawan Selasa, 27 September 2022 saat menanti jenazah divisum oleh petugas medis RSUD Atambua.

"Ketika mereka (polisi) tiba, mereka langsung bilang jangan lari, makanya kami bingung dan saya sempat bilang ke korban ini, jangan keluar nanti baru saya yang keluar supaya ator. Dia (korban) keluar begini langsung dong tembak," sambung saksi mata.

Dikatakan saksi mata YT, korban GYL tidak langsung melarikan diri ketika polisi tiba di TKP, melainkan sementara membantu saksi mata mengerjakan renovasi lantai rumah.

"Kami sementara makan minum dan dia (korban) sementara putar kasi kami kopi, karena sementara semen minyak lantai rumah," ujar YT dan saksi mata lainnya menuturkan.

Halaman:

Editor: Ryohan B


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah