Bertambah 17 Kasus, Total Kasus Covid -19 di Sikka NTT Capai 157 Orang

- 13 Januari 2021, 22:13 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, Bidang Kesehatan, dr. Clara Yosefina Francis, foto : Eryck /

 


MEDIA KUPANG - Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, kembali mendapatkan laporan dari Laboratorium RSUD W. Z. Johannes Kupang, pada hari ini, Rabu 13 Januari 2021 bahwa terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 17 kasus.

Ini merupakan hasil swab yang dikirim ke Kupang, pada tanggal 30 Desember 2020. Dimana dilakukan pengambilan sampel swab, pada tanggal 28 dan 29 Desember 2020.

Demikian dikatakan, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, Bidang Kesehatan, dr. Clara Yosefina Francis, kepada media ini, pada Rabu (13/1/2021) malam.

"17 pasien itu sudah selesai diisolasi dan sebagian besarnya merupakan kontak erat dari pasien positif Covid-19 sebelumnya. 5 kasus dari rapid test antigen positif dan 1 kasus pelaku perjalanan rapid antigen yang bergejala," ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menambahkan, dengan bertambahnya 17 pasien tersebut, total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka sebanyak 157 kasus, baik yang diswab melalui PCR maupun TCM. Dimana, lanjutnya, terdapat 57 kasus akibat transmisi lokal.

Ia menjelaskan, sampai saat ini, pasien yang dirawat di Ruang Isolasi RSUD T. C. Hillers Maumere, berjumlah 13 orang. Sementara itu, kata Dia, 6 orang lainnya masuk rumah sakit, pada Selasa 12 Januari 2021.

"Jadi kemarin itu cukup banyak yang masuk ke rumah sakit dan masuk ruang isolasi karena berbagai keluhan dari rapid test antigen positif," terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, hingga saat ini, pihaknya juga sudah melakukan pengambilan sampel swab PCR terhadap 10 orang karyawan bank di Kabupaten Sikka. Menurutnya, karyawan bank tersebut diambil sampel swabnya, karena rapid test antigen positif.

"10 orang karyawan bank itu yakni, dari Bank BNI sebanyak 4 orang serta Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BPD NTT, masing-masing 2 orang," sebutnya.

Halaman:

Editor: Marselino Kardoso


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X