Penipuan Online Di Malaka Mencatut Nama Sekda Terpilih

- 13 September 2022, 06:58 WIB
Bukti penipuan online di Malaka
Bukti penipuan online di Malaka /AS Rabasa /Ferdi Un Muti

MEDIA KUPANG - Akhir-akhir ini sering terjadi aksi penipuan online dengan mencatut nama public figur.

Motifnya macam-macam. Ada yang menipu dengan cara meminta pulsa, meminta sumbangan dan sebagainya. 

Bahkan di Kabupaten Malaka, NTT, ditemukan aksi penipuan online terbaru. Motifnya adalah dengan mencatut nama Sekda Terpilih. Alasannya adalah sumbangan pelantikan Sekda Malaka. 

Warga Kabupaten Malaka diminta waspada, sebab beberapa hari terakhir ini ada oknum yang masuk dalam sindikat penipuan online, mencactut nama Ferdinand Un Muti, S.Hut, M.Si, Sekda Malaka terpilih untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Modus operansi yang digunakan kelompok sindikat penipuan online tersebut sangat sederhana. Berbekal foto profil Ferdinand Un Muti  di aplikasi WhatsApp, mereka mengirim sejumlah pesan ke seluruh kenalan, relasi, keluarga bahkan beberapa pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten  Malaka, untuk meminta sejumlah uang dengan alasan sebagai biaya persiapan pelantikan Sekda Kabupaten Malaka.

Kepada wartawan, Ferdinand Un Muti mengisahkan, perbuatan para oknum yang tergabung dalam sindikat penipuan ini diketahui oleh dirinya, setelah dikonfirmasi oleh Pimpinan Bank NTT Cabang Betun, Yuan Taneo pada Kamis, 8 September 2022. Dimana dalam percapakan antara Yuan Taneo dengan pelaku tersebut, dirinya diminta sejumlah uang untuk digunakan sebagai biaya persiapan pelantikan Sekda Malaka.

Selain Pimpinan Bank NTT cabang Betun, beberapa kepala desa juga menjadi sasaran penipuan tersebut. Namun beruntung para korban tidak langsung percaya, melainkan meminta klarifikasi dari Ferdinand Un Muti yang namanya dicatut.

“Saya dikonfirmasi oleh teman-teman semua bahkan beberapa kepala desa terkait pesan penipuan berantai, yang meminta sejumlah uang untuk biaya pelantikan dengan  nominal per desa sebesar Rp. 1.000.000. Tetapi beruntung belum ada yang transfer, bahkan setelah mereka terima pesan itu mereka kontak saya untuk minta klarifikasi,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu, 10 September 2022.

Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh pihak baik itu masyarakat Kabupaten Malaka, kenalan, sahabat serta saudara agar tidak merespon pesan penipuan tersebut. Bahkan kalau ada yang sudah dirugikan atas hal ini, silahkan lapor kepada pihak yang berwajib untuk diproses.

Halaman:

Editor: AS Rabasa


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah