Ternyata Ini Perbedaan Antara Bensin Premium, Pertalite dan Pertamax

19 Oktober 2021, 10:08 WIB
Ilustrasi pertamina /Foto antara/

MEDIA KUPANG - Bahan Bakar Minyak ( BBM ) tentu dibutuhkan oleh setiap kendaraan untuk berjalan.Tanpa BBM kendaraan tentu tidak dapat berjalan sebab Bahan Bakar Minyak dibutuhkan untuk bisa terjadinya proses pembakaran di ruang bakar.

Bahan bakar minyak (BBM) yang beredar dan dipasarkan di Indonesia diproduksi oleh perusahaan milik negara yaitu Pertamina.

Pertamina, sebagai penyedia dan memasarkan BBM di Indonesia memiliki beragam jenis BBM. Di antara banyaknya jenis BBM tersebut, terdapat tiga jenis yang umum digunakan, yaitu Premium, Pertalite, dan Pertamax.

Baca Juga: Bentuk Wajah Ternyata Dapat Menggambarkan Karakter Seseorang, Simak Pendapat Ahli Berikut

Apabilah dilakukan perbandingan antara Premium, Pertalite dan  Pertamax tentu ketiganya memiliki perbedaan yang cukup mencolok dari harga, kualitas, hingga warna.

Dari sisi harga, Premium sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan jenis lain. Namun bila dilihat dari kualitas, Pertalite dan Pertamax lebih unggul dibandingkan dengan Premium.

Dari sisi kualitas, Pertalite misalnya, jenis BBM yang pertama kali dikenalkan oleh Pertamina pada 2015 ini memiliki nilai oktan 90 lebih tinggi dari Premium yang hanya 88 nilai oktan. Sementara Pertamax mempunyai nilai okton lebih tinggi dari keduanya yakni 92.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Kebutuhan BBM Masyarakat Terpenuhi

Menyadur dari berbagai sumber, selain nilai oktan, BBM juga berpengaruh terhadap Kompresi mesin. Bahan bakar jenis premium dapat digunakan pada kendaraan dengan rasio kompresi yang rendah, yaitu dibawah 9:1, pertalite dengan rasio kompresi 9:1 sampai 10:1, sedangkan pertamax dengan rasio kompresi 10:1 sampai 11:1. Jadi apa itu rasio kompresi? Rasio kompresi adalah rasio volume ruang pembakaran dari kapasitas terbesar ke kapasitas terkecil.

Jadi maksudnya adalah rasio ruang bakar ketika piston berada pada titik mati bawah dan volume ruang bakar ketika piston berada pada titik mati atas. Seperti yang kita ketahui bahwa semakin tinggi nilai kompresi maka potensi mesin mengalami knocking semakin besar, sehingga disarankan untuk menggunakan bahan bakar beroktan tinggi.

Walaupun pabrikan kendaraan memiliki standar dan rekomendasi terkait jenis bensin apa yang harus digunakan pada kendaraannya, tetapi pemilik kendaraan memiliki alasan tertentu dalam hal memilih jenis bensin yang akan digunakan.

Seperti lebih cenderung mempertimbangkan dari segi harga yang lebih murah, namun ada juga yang memilih bensin dengan kualitas yang baik karena mempertimbangkan performa kendaraan yang dimilikinya.***

Editor: Marselino Kardoso

Tags

Terkini

Terpopuler