Gelar Temu Tahunan WALHI NTT: Wujudkan Keadilan Ekologis dengan Bersolidaritas Melawan Perampasan

- 20 Oktober 2022, 09:25 WIB
Tema temu WALHI NTT 'Bersolidaritas Melawan Dehumanisasi Menuju Keadilan Ekologis Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Nusa Tenggara Timur.' Solor 20-23 Oktober 2022
Tema temu WALHI NTT 'Bersolidaritas Melawan Dehumanisasi Menuju Keadilan Ekologis Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Nusa Tenggara Timur.' Solor 20-23 Oktober 2022 /AM/WALHI NTT

Pertemuan tahunan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur pada 20-23 Oktober 2022.

Dalam hierarki rapat organisasi WALHI, temu tahunan kali ini disebut Konsultasi Daerah Lingkungan Hidup (KDLH). Konsultasi Daerah Lingkungan Hidup merupakan forum pertemuan anggota organ gerakan lingkungan yang diadakan setiap tahun nya. Tujuannya untuk mengevaluasi pelaksanaan mandat gerakan lingkungan hidup di tingkat daerah.

Pulau Solor dipilih menjadi tuan rumah bukan tanpa sebab. Solor berhubungan dengan tema besar pertemuan yakni “Bersolidaritas Melawan Dehumanisasi Menuju Keadilan Ekologis Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Nusa Tenggara Timur.”

Baca Juga: Warga Pulau Sangihe Memenangkan Gugatan atas Izin Lingkungan PT Tambang Mas Sangihe

Selain menjadi ruang bertemunya anggota Wahana Lingkungan Hidup-Nusa Tenggara Timur, ruang ini juga menjadi ajang konsolidasi rakyat melalui musyawarah serta Festival Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Pesertanya datang dari perwakilan pulau-pulau kecil dari Flores, Sumba, Timor, Alor dan Rote, serta jaringan Wahana Lingkungan Hidup-provinsi kepulauan ini di tingkat nasional.

Berkumpulnya para insan gerakan peduli lingkungan untuk memaparkan temuan-temuan lapangan terkait dengan tantangan yang dihadapi wilayah pesisir dan pulau kecil. Festival juga beriringan dengan pertemuan tahunan anggota organisasi lingkungan tersebut.

Pertemuan menjadi penting terutama bagi Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi kepulauan yang tengah menghadapi tantangan krisis iklim dan kerusakan ekologi akibat pertambangan, proyek pariwisata super premium, dan perampasan lahan.

Pada sisi lain pemerintahnya tidak cukup memiliki konsep dalam membangun skema perlindungan ekosistem kepulauan. Sekaligus melindungi masyarakat nelayan dan pesisir yang hidup berdampingan dengannya.

Wahana Lingkungan Hidup Daerah Nusa Tenggara Timur mencatat beberapa pulau kecil di eks Sunda Kecil ini terancam hilang atau rentan terhadap bencana akibat krisis iklim. Kerentanan semakin meningkat seiring dengan orientasi pembangunan yang tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung sebagai provinsi kepulauan. Apalagi secara geografis, Nusa Tenggara Timur sangat dekat dengan Samudera Hindia.

Halaman:

Editor: Ardy Milik

Sumber: Walhi NTT


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah