Kondisi Terkini Longsor Takari, Dinas PUPR Kabupaten Kupang Kerahkan Alat Berat untuk Buka Akses

19 Februari 2023, 11:38 WIB
Alat berat dikerahkan untuk membuka akses longsor di Takari Kabupaten Kupang /Facebook/

MEDIA KUPANG - Longsor besar yang menutupi Jalan Timor Raya di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang sejak Sabtu 18 Februari 2023, menyebabkan akses dari Kupang menuju 4 Kabupaten yaitu Kabupaten TTS, Kabupaten Belu, Kabuten TTU dan Kabupaten Malaka terhambat.

Guna mengatasi hambatan akses tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai melakukan penanganan material longsor di Kilometer 73 Kecamatan Takari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kupang Teldi Sanam mengatakan bahwa material longsor yang ada sangat padat sehingga dibutuhkan waktu untuk membersihkannya.

Baca Juga: Longsor Takari, Warga Susah Payah Lewati Jalan Alternatif, Dinas PUPR Kabupaten Kupang Kerahkan Alat Berat

"Kami masih terus melakukan upaya membersihkan material longsor. Material longsor yang ada ini sangat padat karena longsor yang terjadi ini berupa satu gunung di Takari," kata Kepala  Teldi Sanam, Sabtu 18 Februari 2023, dilansir dari Antara.

Pemerintah Kabupaten Kupang telah mengerahkan alat berat berupa eksavator dan louder untuk menangani material longsoran.

 Dalam penanganan Longsor tersebut, Teldi Sanam mengatakan bahwa pihaknya sangat berhati-hati karena masih ada longsoran dari gunung.

"Kami tetap hati-hati karena masih terus terjadi longsoran dari kawasan gunung yang mengalami longsor," kata Teldi Sanam.

Baca Juga: Frengky Missa, Pemain Timnas Indonesia U-20 asal Soe TTS, Memar Dipukul Pemain Fiji

Dia menyebut terdapat dua rumah semi permanen milik warga di sekitar lokasi longsor yang dibongkar paksa guna memudahkan tim penanggulangan bencana dalam penanganan material longsoran.

"Dua rumah warga itu dibongkar sehingga proses pemindahan material longsor dilakukan dengan cepat," kata Teldi Sanam

Teldi Sanam mengatakan pemerintah akan membangun kembali dua rumah itu di lahan milik pemilik rumah setelah proses penanganan bencana tanah longsor di Takari selesai.

Pemerintah Kabupaten Kupang juga sedang mencari jalan alternatif agar akses transportasi lintas Pulau Timor bisa normal kembali, sambil menunggu penanganan material longsor selesai.

Baca Juga: Tragis, Diduga Tidak Bisa Berenang, Prabowo Subianto Tewas Tenggelam di Sungai Musi Palembang

Teldi Sanam menjelaskan tanda-tanda terjadi longsor sudah terlihat pada pekan lalu namun longsor yang terjadi masih kecil dan tidak pernah diduga akan terjadi longsor yang besar.

Sementara itu dikutip MediaKupang.com dari akun Facebook Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT @Pusdalops Provinsi Ntt, Minggu 19 Februari 2023, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Kabupaten Kupang melaporkan pada Sabtu 18 Februri 2023, sebanyak 2 KK terdampak dari peristiwa tanah longsor tersebut.

Longsor juga menyebabkan satu alat berat excavator dan satu kendaraan besar turut tertimbun serta 9 KK terpaksa dievakusi sementara di rumah keluarga untuk menghindari adanya longsor susulan.

Pada saat kejadian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas PUPR Provinsi/Kabupaten, TNI/Polri, lembaga terkait dan unsur pentahelix langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat, melakukan assesment dan mengevakuasi korban.

Baca Juga: Longsor Tutup Jalan Timor Raya di Kilo Meter 72 Takari, Warganet Keluhkan Tingginya Tarif Jalur Alternatif

Sebanyak empat unit alat berat excavator turut digerakkan dalam upaya membersihkan material longsor agar ruas jalan tersebut dapat dilalui kendaraan.

Sementara itu, pihak PUPR Provinsi dan Kabupaten saat ini sedang melakukan survei untuk membuka jalan alternatif melalui jalur Amabi Oefeto Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT telah menurunkan tim kaji cepat ke lokasi bencana dan menyerahkan dukungan logistic bagi warga terdampak di Kelurahan Takari, Kabupaten Kupang pada Sabtu 18 Februari 2023 siang.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui BPBD mengimbau kepada semua unsur di Kabupaten untuk meningkatkan kesiapsiagaan potensi bencana hidrometeorologi basah di periode puncak musim hujan seperti banjir dan longsor.

Baca Juga: Longsor di Takari, Akses dari Kupang ke 4 Kabupaten di NTT Lumpuh Total

Perhatikan kondisi lereng saat sedang melintas atau melakukan aktifitas. Tingkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan saat berada di wilayah rawan longsor. Antisipasi bahaya longsor susulan yang dapat diperburuk dengan intensitas hujan yang masih mungkin berlanjut.

Lakukan evakuasi mandiri dengan aman atau dengan bantuan petugas setempat. Di samping itu, warga yang tinggal di dekat tebing atau bukit agar berinisiatif melakukan evakuasi mandiri apabila di wilayahnya diguyur hujan lebat dengan durasi lama.***

Editor: Primus Nahak

Tags

Terkini

Terpopuler