Sungai Benenai Meluap, Bupati Malaka Simon Nahak Dinilai Lamban Atasi Persoalan Tanggul

- 26 Februari 2022, 18:34 WIB
Masyarakat Aintasi yang tergabung dalam Pemuda Aintasi menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Bupati Malaka, Jumat 25 Februari 2022.
Masyarakat Aintasi yang tergabung dalam Pemuda Aintasi menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Bupati Malaka, Jumat 25 Februari 2022. /gonsa/Media Kupang



MEDIA KUPANG - Bupati Malaka, Simon Nahak dinilai lamban dalam mengatasi persoalan tanggul yang berada di pesisir Daerah Aliran Sungai Benenai yang rusak akibat badai siklon tropis Seroja yang terjadi pada tahun 2021 lalu.

Penilaian ini disampaikan Masyarakat Aintasi yang tergabung dalam Pemuda Aintasi menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Bupati Malaka, Jumat 25 Februari 2022. 

Menurut mereka, lambannya Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka dalam mengatasi tanggul tersebut mengakibatkan masyarakat yang berdomisili di wilayah Aintasi terendam banjir karena Sungai Benenai lembali meluap pada Kamis 24 Februari 2022

Melihat kondisi yang akan semakin memburuk, Masyarakat Aintasi yang tergabung dalam Pemuda Aintasi menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Bupati Malaka, Jumat 25 Februari 2022.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut hanya terdapat satu tuntutan yang diserukan oleh para orator di sepanjang jalan saat menuju kantor Bupati Malaka yakni mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka untuk segera memperbaiki tanggul yang rusak.

Baca Juga: Banjir Benenai Malaka, Sebagian Warga Terdampak Banjir Sudah Dievakuasi TNI Polri

Koordinator Umum (Kordum) Roby Koen dalam orasinya meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Malaka untuk segera mengerjakan tanggul yang rusak di pesisir Das Benenai.

"Kami datang di sini untuk meminta Bupati dan Wakil Bupati Malaka untuk segera mengerjakan tanggul, jangan hanya urus jalan-jalan keluar daerah menghabiskan anggaran sementara kebutuhan masyarakat tidak diutamakan," tegas Roby Koen.

Selain itu juga dirinya dengan tegas mengatakan apabila Pemerintah Daerah tidak mengerjakan maka pihaknya akan mengambil tindakan lain.

"Kalau Pemerintah Daerah tidak mau kerja kami akan lakukan gerakan seribu untuk menyewa ekskavator secara mandiri untuk membuat tanggul darurat," tegas mantan aktivis PMKRI ini.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Marto Luan dalam orasinya meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Malaka untuk segera mengerjakan tanggul yang sementara rusak.

Baca Juga: Serangan Rusia ke Ukraina, Penasehat Kementerian Dalam Negeri Ukraina Ungkap Hal Ini

"Apabila tidak diatasi maka pada bulan Maret dan April pasti akan terjadi banjir dan tentu masyarakat di pesisir Das akan mengalami kerusakan lahan dan hewan peliharaan bahkan nyawa,"katanya tegas.

Lanjut Marto masyarakat di pesisir Das Benenai sudah trauma dengan banjir. "Kami sudah trauma. Lahan pertanian dan hewan peliharaan hilang. Masyarakat DAS saat ini gagal panen dan banyak hewan peliharaan terancam,"ungkapnya.

Massa aksi lainnya Inyo Molo menegaskan saat ini masyarakat selalu was-was apabila ada hujan. Masyarakat di pesisir DAS Benenai masih trauma akibat banjir bandang yang terjadi tahun lalu.

Untuk itu, dirinya meminta agar Bupati Malaka dan Wakil Bupati Malaka segara tangani situasi urgensi saat ini yang sedang terjadi.

Apabila tidak dikerjakan tanggul saat ini maka pada bulan Maret dan April nanti terjadi banjir masyarakat juga yang akan susah.

Dirinya juga mengajak masyarakat DAS Benenai bagian wilayah Aintasi untuk bergerak menduduki kantor Bupati dan Kantor DPRD Kabupaten Malaka apabila dalam bulan Februari 2022 ini Pekerjaan tanggul tidak diatasi.

"Hati nurani kalian di mana melihat masyarakat DAS yang selalu was-was dan menderita akibat banjir," ujar Inyo.

Mantan aktivis Immala Kupang ini juga menegaskan jangan tunggu sampai ada korban jiwa akibat banjir baru mau dikerjakan. "Jangan masah bodoh dengan kebutuhan urgen masyarakat," tegasnya lagi.

Massa aksi lainnya Servasius Nahak juga mengatakan sejak terjadinya banjir di wilayah Aintasi Bupati Malaka sudah melakukan peninjauan beberapa kali tapi tidak pernah ada tindakan nyata dari Bupati Malaka seusai peninjauan tersebut.

"Masyarakat lagi susah. Jangan buat tambah masyarakat untuk susah. Kalau turun hanya untuk pantau saja untuk apa. Habis pantau pulang masyarakat yang susah,"tegas Sius.

Massa aksi yang berniat menemui Bupati Malaka namun saat itu Bupati tidak sedang berada di Kantor Bupati karena ada kegiatan lain di Uluklubuk Desa Weoe, Kecamatan Wewiku.

Sehingga massa aksi berhasil untuk bertemu dengan perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka yakni Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Malaka, Klaudius Kapu.

Dalam pertemuan tersebut Klaudius Kapu mengatakan apa yang disampaikan oleh massa aksi akan disampaikan kepada Bupati Malaka.

"Saya akan sampaikan kepada Bupati Malaka untuk ditindaklanjuti," ujar Klaudius Kapu.

Lanjut Klaudius Kapu, sementara pihaknya sudah membahas angaran terkait perbaikan tanggul di perubahan nantinya.

"Saya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab akan tetapi saya akan sampaikan kepada Bupati Malaka,"katanya lagi.

Massa aksi juga sempat menuju gedung DPRD Kabupaten Malaka untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan yang dihadapi masyarakat.*** gonsa

Editor: Royan B


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah