Hebat! Tanam Jagung Panen Sapi di Malaka Mencapai 1.200 Hektare, Bank NTT Sediakan Program Kredit Merdeka

- 24 Mei 2022, 00:47 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Frederich Koli. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Frederich Koli. (ANTARA/Aloysius Lewokeda) /

MEDIA KUPANG – Upaya mendukung pengembangan jagung di Provinsi Nusa Tenggara (NTT), melalui Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), para petani Kabupaten Malaka, Pulau Timor sudah menanam di atas lahan seluas 1.200 hektare.

Selain itu untuk mendukung para petani, Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT menyediakan Program Kredit Merdeka dengan menyediakan modal bagi petani jagung yang menjalankan Program TJPS.

Mengutip ANTARA, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Panganan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, mengatakan pengembangan jagung melalui TJPS di Kabupaten Malaka, Pulau Timor, mencapai 1.200 hektare.

Baca Juga: Bak Don Juan Meski Istri Hamil Oknum Polisi Ini Pacari Banyak Wanita Dari Penjual Ayam Geprek Hingga Polwan

Baca Juga: Lima Zodiak Ini Bersiap-siap Digempur Rezeki di Bulan Juni 2022! Keuangan Gemini Diramalkan Akan Melimpah

"Para petani jagung di Malaka sudah mulai menanam jagung seluas sekitar 1.200 hektare yang akan dipanen di musim tanam 2022," kata Lecky dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin, 23 Mei 2022.

Lecky menjelaskan pengembangan jagung ini telah didukung dengan akses pembiayaan yang disediakan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT.

"Bank NTT menyediakan Program Kredit Merdeka dengan menyediakan modal bagi petani jagung yang menjalankan Program TJPS," katanya.

Baca Juga: 5 Artis Film Dewasa dengan Bayaran Termahal di Dunia, Ada yang Sekali Adegan Dibayar Rp 1,1 Triliun

Baca Juga: Mekanik Bengkel Sepeda Motor di Alor Ditangkap Polisi Saat Menerima Paket Pesanan 
Menurut dia, para petani di daerah-daerah mulai antusias dan gencar mengikuti Program TJPS karena ada jaminan pembiayaan yang datang dari pembeli (off taker) dan perbankan.

Selain itu, terdapat jaminan ketersediaan pasar yang sudah disiapkan pemerintah dalam ekosistem TJPS dengan pola kemitraan untuk menangani kapasitas produksi di tingkat petani.

Ia mencontohkan seperti produksi jagung dari Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 1.000 ton yang dipasarkan ke Surabaya, pada Sabtu 21 Mei 2022.

Baca Juga: Bak Durian Runtuh di Bulan Juni, 6 Shio Hoki Ini Akan Diguyur Rezeki. Cek Apakah Anda Termasuk?

Baca Juga: Gegara Alasan Ini, Kuasa Hukum Terdakwa RB Ancam Tak Mau Ikut Sidang Pembuktian Besok 24 Mei 2022

"Hasil ini membuat petani termotivasi dan mulai percaya bahwa program ini mampu berperan meningkatkan kesejahteraan mereka sehingga mereka mulai giat menanam jagung," katanya.

Lecky berharap pengembangan jagung ke depan semakin bertambah masif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani serta mengentaskan kemiskinan di berbagai daerah di provinsi berbasiskan kepulauan itu.***

Editor: Ryohan B

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah